OJK Bersama Pemprov Kalteng Edukasi Lima Ribu Pelaku UMKM di Kotim

SAMPIT, KALIMANTANLIVE.COM – Sebanyak 5000 pelaku usaha mikro kecil dan menangah Kabupaten Kotawaringin Timur  atau UMKM di Kotim mendapat pengetahuan tentang masalah keuangan dari otoritas jasa keuangan Kalimantan Tengah atau OJK Kalteng.

Saat memberikan edukasi kepada 5000 orang UMKM tersebut,  OJK Kalteng bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Tengah.

Kegiatan edukasi keuangan yang digelar OJK Kalteng tersebut dilakukan melalui Gebyar UMKM Wilayah Barat Tahun 2024 di Taman Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Hadir dalam kegiatan OJK Kalteng tersebut Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugiantoi Sabran, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H Edy Pratowo, Bupati Kotawaringin Timur H Halikinnor.

Bukan hanya itu, hadir pula unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah kalteng, Pimpinan OPD  dan Lembaga Jasa Keuangan, dengan peserta terdiri dari 5.000 pelaku UMKM se-Wilayah Barat.

Baca Juga : OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Kalsel Triwulan IV 2023 Tumbuh Positif Sebesar 4,69 Persen

Gebyar UMKM di Wilayah Barat ini tidak hanya sekedar pertemuan para pelaku UMKM, namun juga sebagai sarana untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Kalimantan Tengah agar Pelaku UMKM di Wilayah Barat dapat naik kelas.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz yang langsung memberikan panduan edukasi keuangan dengan tema “UMKM Cerdas Keuangan Untuk Kalteng Makin Berkah”.

Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz menyampaikan materi mengenai pengenalan OJK, perkembangan UMKM secara Nasional dan di Wilayah Kalteng, produk Lembaga Jasa Keuangan yang dapat digunakan untuk mendukung permodalan UMKM, waspada aktivitas keuangan ilegal, serta tips pengelolaan keuangan sederhana.

“ Selama ini para pelaku UMKM mayoritas dikelola oleh perempuan. Tentu mereka ini merupakan pahlawan nasional karena UMKM merupakan penopang perekonomian Indonesia dan berkontribusi sebanyak 61,07 persen terhadap PDB.” ujar Primandanu.

Dia juga mengingatkan agar Pelaku UMKM harus selalu waspada terhadap aktivitas keuangan ilegal yang telah banyak merugikan masyarakat, seperti investasi dan pinjol ilegal, serta judi online.

“Selalu ingat 2L, yaitu Legal dan Logis, jika mendapatkan penawaran produk keuangan. Pastikan pihak yang menawarkan produk keuangan memiliki izin atau legalitas yang jelas dari instansi terkait, serta memberikan imbal hasil atau bunga yang wajar dan logis.” terang Primandanu.

Sementara itu,  Bupati Kotawaringin Timur, H Halikinnor, memberikan apresiasi  kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah atas upayanya dalam memajukan UMKM melalui program pemberdayaan ekonomi keluarga dan komunitas.

“Dengan adanya kegiatan Gebyar UMKM ini kami harap UMKM di Wilayah Barat kedepannya dapat terus berkembang dan memberikan nilai serta daya saing yang tinggi.” terang H Halikinnor.

Sedangkan, Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran menyampaikan, UMKM memiliki peranan yang sangat strategis dalam mendukung perekonomian daerah terutama pertumbuhan ekonomi lokal.

“ Kami terus berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan UMKM melalui kebijakan dan program-program yang dapat mempermudah pelaku UMKM dalam mengakses permodalan.” ujar H. Sugianto Sabran.

Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan bazar dan festival UMKM  di pelataran parkir Citi Mall Sampit dengan peserta terdiri dari kurang lebih 45 booth UMKM.

OJK juga memberikan layanan permintaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), menggelar SiMOLEK (Sarana Informasi Mobil Literasi Edukasi Keuangan).(*)

 

(kalimantanlive.com / Pathur)

Editor : Pathrurrachman

 

 

Posting Terkait

Jangan Lewatkan