BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata atau Disbudporapar Kota Banjarmasin menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD), di Rattan Inn, Kamis (17/10/2024).
Para kegiatan ini turut dihadiri oleh SKPD terkait, BUMD (Badan usaha milik Daerah) dan masyarakat yang meliputi unsur KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), KORMI (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia), NPC (National Paralympic Committee), SOIna (Special Olympics Indonesia ) dan akademisi.
# Baca Juga :Tingkatkan Kualitas Pelayanan Industri Barbershop, Disbudporapar Kota Banjarmasin Gelar Pelatihan
# Baca Juga :Menyambut Hari Olahraga Nasional, Disbudporapar Banjarmasin Gelar Kejuaraan Sepakbola Wali Kota Cup 2023
# Baca Juga :Tradisi Baayun Maulid di Banjarmasin, Wali Kota: Termuda Berusia 7 Hari dan Tertuta 79 Tahun
# Baca Juga :Wali Kota Ibnu Sina Sebut Kehadiran Industri Film Memperkuat Posisi Banjarmasin Pendukung Ekonomi Kreatif
Bukan tanpa alasan, FGD ini dilaksanakan sesuai dengan adanya Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga NOMOR 15 Tahun 2023, Tentang Tata Cara Penyusunan Desain Olahraga Daerah (DOD).
Sehingga, tujuan dari kegiatan ini ialah untuk mendukung implementasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dan memastikan pembangunan keolahragaan di daerah berjalan efektif.
“Ini merupakan langkah strategis yang penting bagi pembangunan olahraga di Kota Banjarmasin, terlebih dengan adanya landasan hukum yang jelas,” ujar Sekretaris Disporabudpar Kota Banjarmasin, Fitriah, dalam sambutannya.
DOD sendiri merupakan dokumen rencana induk kebijakan keolahragaan daerah yang wajib dimiliki oleh seluruh daerah, di mana DOD akan menggambarkan sistem pengaturan dan pengembangan atlet, tenaga keolahragaan, serta menjadi dasar permohonan pembangunan prasarana olahraga.
“Semoga hasil dari diskusi kita pada hari ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan sektor keolahragaan di Banjarmasin,” katanya.
Mengingat olahraga merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul, maka melalui olahraga tidak hanya membentuk individu yang sehat jasmani dan rohani, tetapi juga menciptakan ruang untuk memperkuat persatuan, solidaritas, dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.







