Sebelum mengikuti program Wirausaha Merdeka, Fadil memiliki bisnis yang bergerak di bidang edukasi teknologi. Fadil memilih bisnis di bidang tersebut karena merasa masyarakat Indonesia, terutama generasi Z, memiliki potensi menjadi wirausahawan tetapi belum ada yang mewadahi mereka. Namun, bisnis bernama PreneurLab tersebut belum berkembang karena Fadil belum memiliki dasar-dasar pengetahuan seputar bisnis.
BACA JUGA: Terkait Program Merdeka Belajar, PJ Bupati Tabalong Sebut Jadi Tantangan Majukan Dunia Pendidikan
Salah satu tantangan yang dihadapi Fadil selama berwirausaha adalah soal pendapatan. Karena bisnisnya berbentuk startup, pendapatan yang diperoleh Fadil saat itu belum cukup stabil untuk menopang keberlanjutan bisnisnya.

Melalui program Wirausaha Merdeka, barulah Fadil belajar cara menarik investor, menyusun business model, dan melakukan pemasaran sehingga bisnisnya bisa bertahan sampai sekarang.
Saat ini, Fadil sudah memiliki bisnis ketiganya yaitu Cipta Website. Bisnis ini bertujuan membantu promosi produk melalui pembuatan dan pengelolaan website. Fadil berharap Cipta Website dapat menjadi solusi bagi bisnis-bisnis lain yang masih kurang dalam melakukan promosi, terutama melalui website.
“Fadil ingin menjadi entrepreneur karena ingin berguna bagi banyak orang. Fadil berharap produknya bisa menjawab masalah dalam masyarakat,” tambahnya.
Film dokumenter “Merdeka Bermimpi” menunjukkan bagaimana anak muda bangsa terjun untuk mencari pengalaman praktis di dunia nyata dan ikut berkontribusi dalam membangun masyarakat.








