KALIMANTANLIVE.COM – Kurma merupakan buah istimewa dalam Islam. Selain sering disebutkan dalam Al-Qur’an, buah ini juga menjadi anjuran Rasulullah SAW yang selalu mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil sebagai bagian dari sunnah beliau.
# Baca Juga :Kenapa Rasulullah SAW Makan Kurma Jumlahnya Ganjil, Ini Penjelasan Ilmiahnya
# Baca Juga :Susu dan Kurma, Pilihan Sehat untuk Berbuka Puasa
# Baca Juga :Ramadhan 1443 H, Inilah 7 Manfaat Kurma bagi Kesehatan, Cocok Dikonsumsi Saat Berbuka Puasa
# Baca Juga :Pandemi Tingkatkan Permintaan Kurma di Indonesia
Sunnah Mengonsumsi Kurma Ganjil
Dalam berbagai kesempatan, Nabi Muhammad SAW kerap makan kurma dengan jumlah ganjil. Misalnya, beliau pernah mengonsumsi tiga butir kurma saat berbuka puasa maupun ketika hendak melaksanakan salat Idul Fitri.
Selain tiga butir, beliau juga menganjurkan konsumsi kurma dengan jumlah ganjil lainnya, seperti satu, tiga, lima, tujuh, atau sembilan butir. Hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahkan menyatakan bahwa makan tujuh butir kurma Ajwa pada pagi hari dapat melindungi tubuh dari racun dan sihir sepanjang hari.
Makna Filosofis di Balik Jumlah Ganjil
Penggunaan angka ganjil dalam tradisi Islam sering dianggap memiliki makna spiritual tersendiri. Meskipun demikian, bukan berarti konsumsi kurma dalam jumlah genap dilarang. Beberapa penelitian medis mengungkapkan bahwa efek mengonsumsi kurma secara genap dan ganjil ternyata berbeda bagi tubuh.
Manfaat Kesehatan dari Konsumsi Kurma
Penelitian yang dipimpin oleh Musthafa Mohamed Essa, Ph.D., menunjukkan bahwa kurma mampu melindungi otak dari stres oksidatif dan peradangan. Kurma merupakan sumber serat yang baik serta kaya akan fenolat dan antioksidan alami, seperti anthocyanin, asam ferulat, asam protocatechuic, dan asam kafeat. Senyawa-senyawa ini berperan dalam upaya pencegahan penyakit Alzheimer dan mendukung kesehatan otak.
Selain itu, penelitian oleh Rock W. menyimpulkan bahwa kurma memiliki efek positif terhadap pengaturan asam lemak jenuh dan mengurangi stres oksidatif, yang berkaitan erat dengan pencegahan penyakit jantung. Kurma, yang kaya akan potasium, juga terbukti mampu mengurangi risiko stroke dan penyakit kardiovaskular.






