PALANGKARAYA, Kalimantanlive.com – Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Palangkaraya atau IAIN Palangkaraya semakin mudah dalam menyelesaikan tugas akhirnya.
Betapa tidak, untuk pembimbing tugas akhir mahasiswa tidak lagi dilakukan oleh beberapa dosen. Perguruan Tinggi Islam ternama di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah ini sudah menerapkan satu dosen pembimbing skripsi saja.
Ini, tentunya agar dalam penyelesaian tugas akhir mahasiswa IAIN Palangkaraya bisa lebih cepat, karena hanya dibimbing oleh satu dosen.
Informasi tersebut diungkapkan, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Jurusan Tarbiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangkaraya, Sapuadi, Kamis (20/3/2025).
Dia menginisiasi kebijakan revolusioner dalam sistem pembimbingan tugas akhir mahasiswa, agar efektif dan efisien, sehingga untuk pembimbing tugas akhir mahasiswa cukup satu dosen.
Sapuadi menjelaskan hal itu, juga disampaikannya, saat pelaksanaan Training Skills Organization and Leadership Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Islam di Ruang Rapat FTIK, beberapa waktu lalu di Palangkaraya.
”Tahun akademik 2025-2026, keinginan saya setiap mahasiswa yang sedang menempuh tugas akhir di Prodi PAI hanya akan dibimbing oleh satu orang dosen pembimbing,” tegasnya.
Dijelaskan dia, kebijakan tersebut, untuk meningkatkan kualitas pendampingan serta mempercepat proses penyelesaian tugas akhir.
Bukan hanya itu saja, ini juga bertujuan untuk mempermudah komunikasi antara mahasiswa dan dosen pembimbing.
Pasalnya, ungkap dia, jika hanya memiliki satu pembimbing mahasiswa dapat lebih fokus dalam menyelesaikan tugas akhir tanpa adanya kebingungan tentang arah bimbingan dari beberapa dosen.
“Selama ini, banyak mahasiswa yang merasa kesulitan ketika diharuskan berkomunikasi dengan lebih dari satu pembimbing,” katanya.
Bahkan lanjut dia, sering kali, pendapat atau arahan yang diberikan saling bertolak belakang, sehingga membuat mahasiswa bingung.
“Oleh karena itu, diharapkan, kebijakan ini dapat membuat proses bimbingan lebih terarah dan efektif,” ujar Sapuadi.
Selain itu, kebijakan ini juga dapat mempercepat proses penyelesaian tugas akhir mahasiswa. Ini, karena sering kali memakan waktu lebih lama akibat masalah koordinasi antara pembimbing.
Dengan satu pembimbing, mahasiswa akan lebih mudah mendapatkan feedback atau umpan balik, yang jelas dan konsisten, sehingga dapat mengurangi waktu revisi dan meningkatkan kualitas penelitian.
Sementara itu, pihak Prodi PAI berencana untuk terus melakukan pendalaman tentang rencana dimaksud, termasuk mengusulkan untuk melakukan revisi terhadap pedoman yang ada berkaitan dengan bimbingan, agar legalitas kebijakan yang diterapkan nantinya jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.
Jika kebijakan ini disetujui oleh pimpinan khususnya Dekan FTIK IAIN Palangkaraya, Prodi PAI tetap melakukan evaluasi dan monitoring guna memastikan bahwa kualitas pembimbingan tetap terjaga dan mahasiswa dapat menyelesaikan tugas akhir mereka dengan baik dan tepat waktu.
Dengan adanya kebijakan ini, Prodi PAI juga berharap dapat mencetak lulusan yang lebih siap dan berkualitas, serta mempermudah mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan mereka.
Menyinggung apakah kebijakan ini ada kaitannya dengan efisiensi anggaran yang dicanangkan pemerintah, menurut Sapuadi itu hanya bagian kecil dari akibatnya.
“Semuanya murni untuk peningkatan layanan dan kecepatan proses bimbingan tugas akhir mahasiswa<‘ ungkapnya lagi.
Baca Juga :Judol dan Pinjol Ilegal Marak, 250 Mahasiswa IAIN Palangkaraya Diberi Edukasi Literasi Keuangan
Baca Juga :Seminar Nasional Pasar Modal Syariah, OJK Kalteng Edukasi Mahasiswa IAIN Palangkaraya
Selanjutnya untuk pelaksanaan ujian skripsi juga cukup dengan 3 orang penguji yakni, Ketua Penguji, Penguji Utama dan Sekretaris Penguji, lebih adil dan efektif dalam pelaksanaanya.
Saat dimintai pendapat, Ketua HMPS PAI Periode 2024, Mahrini, menyatakan menyambut baik inisiasi tersebut.
”Menurut pendapat saya adanya wacana tentang perubahan aturan pembimbing tugas akhir ini dapat menjadi sebuah kabar bahagia untuk para mahasiswa terutama di prodi PAI”, tegasnya.







