JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Publik dikejutkan oleh viralnya sebuah video mengharukan yang memperlihatkan tangisan dan kesaksian memilukan dari sejumlah mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI). Dalam sebuah pertemuan resmi bersama Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Mugiyanto, pada Selasa (15/4/2025), para korban membongkar pengalaman kelam mereka selama bertahun-tahun bekerja di bawah tekanan dan kekerasan.
Salah satu pengakuan paling mengejutkan datang dari Butet, mantan pemain sirkus yang mengisahkan perlakuan tak manusiawi yang dialaminya. Ia mengaku pernah dirantai menggunakan rantai gajah, bahkan kesulitan untuk buang air karena keterbatasan gerak. Tak berhenti di situ, Butet juga mengungkapkan bahwa ia dipaksa tampil saat sedang hamil dan harus berpisah dengan anaknya sesaat setelah melahirkan. Yang paling mengejutkan, ia dihukum dengan dijejali kotoran gajah karena ketahuan mengambil daging empal.
# Baca Juga :Ungkap Penganiayaan di Kelayan A Banjarmasin, Polisi : Bukan Gangster Tapi Karena Motif Sakit Hati
# Baca Juga :Prabowo Turun Tangan! Polemik Pengangkatan CPNS 2024 Akhirnya Mendapat Titik Terang!
# Baca Juga :Orang Tua Pelapor Dugaan Kekerasan SDIT di Banjarmasin Pilih Pindahkan Sang Anak Sekolah
# Baca Juga :Satgas TMMD ke-123 Kebut Pekerjaan Pengerasan Jalan Desa Talusi Pamukan Kotabaru
Kisah tragis lainnya datang dari Fifi, anak Butet, yang mengaku mengalami penyiksaan fisik. Ia diseret, disetrum di bagian sensitif hingga lemas, rambutnya ditarik, bahkan sempat dipasung. Sementara itu, Ida, eks pemain lainnya, menceritakan nasib naasnya ketika mengalami kecelakaan saat tampil di Lampung. Ia tidak segera mendapat perawatan medis dan dibiarkan menahan sakit hingga pinggangnya membengkak sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit.
Mendengar kesaksian memilukan ini, Kementerian HAM berkomitmen akan memanggil semua pihak terkait untuk melakukan klarifikasi mendalam. Wakil Menteri HAM menegaskan pentingnya perlindungan hak asasi manusia bagi semua warga negara, termasuk para pekerja seni pertunjukan. Sementara itu, kuasa hukum para korban, Muhammad Sholeh, mendesak pembentukan tim pencari fakta untuk mengungkap kebenaran dan memberikan keadilan kepada para korban.
Di sisi lain, pihak Taman Safari Indonesia dengan tegas menyatakan bahwa mereka tidak memiliki keterkaitan hukum, hubungan bisnis, maupun bentuk kerja sama apa pun dengan mantan pemain sirkus OCI yang menjadi sorotan tersebut. Komisaris Taman Safari Indonesia, Tony Sumampouw, membantah tuduhan eksploitasi dan menyatakan bahwa kasus ini tidak berhubungan dengan institusi mereka.
Kasus ini pun memicu diskusi nasional tentang pentingnya perlindungan HAM bagi para pekerja hiburan dan memperkuat seruan untuk reformasi total di industri pertunjukan sirkus di Indonesia.










