Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyatakan bahwa Rusia tidak mematuhi gencatan senjata dan malah melancarkan serangan artileri intensif sejak Sabtu malam. Lewat akun resminya di platform X, Zelensky menyebut ada 67 serangan yang diluncurkan sejak tengah malam hingga pukul 20.00 waktu setempat.
“Ini menunjukkan dua kemungkinan: Putin tidak sepenuhnya mengendalikan pasukannya, atau Rusia memang tidak berniat menghentikan perang,” ujar Zelensky. Ia juga mengusulkan agar Rusia menghentikan serangan pesawat nirawak dan rudal terhadap infrastruktur sipil selama 30 hari jika sungguh ingin berdamai.
Di pihak lain, Kementerian Pertahanan Rusia menuduh Ukraina telah melanggar gencatan lebih dari 1.000 kali, termasuk 444 serangan langsung dan lebih dari 900 serangan drone di wilayah Krimea serta perbatasan Rusia di Bryansk, Kursk, dan Belgorod.
BACA JUGA: Hj. Fathul Jannah Resmikan Rumah KIA, Dorong Layanan Kesehatan Ramah Ibu dan Anak
Mereka mengklaim serangan-serangan tersebut menimbulkan korban sipil dan kerusakan fasilitas umum.
Meski demikian, militer Ukraina melaporkan adanya penurunan aktivitas di garis depan, sebuah klaim yang turut diamini oleh sejumlah blogger militer Rusia.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang tetap mendorong proses perdamaian, berharap kedua pihak bisa segera mencapai kesepakatan. Namun, pelanggaran terhadap gencatan yang terus berulang semakin memperumit upaya diplomatik internasional.










