“Jejaring pemuda yang kuat dan lintas ideologi adalah instrumen strategis dalam meredam potensi konflik. Kolaborasi mereka dalam isu-isu bersama membentuk narasi positif yang menggantikan retorika perpecahan,” ujarnya.
Zaky juga mengingatkan pentingnya keterlibatan aktif pemuda dalam jejaring komunitas.
“Keterlibatan ini memperluas perspektif dan mengurangi sektarianisme. Jejaring komunitas bukan sekadar sarana silaturahmi, tapi ruang strategis untuk menyatukan visi kebangsaan di tengah ragam ideologi,” tegasnya.
Ia berharap anak muda, pelajar, dan mahasiswa bijak dalam menggunakan media sosial. “Selektif terhadap berita dan cegah penyebaran berita hoaks,” pesan Zaky.
Kalimantanlive.com/Ilham
Editor: Elpian









