KUNINGAN, KALIMANTANLIVE.COM – Duka mendalam menyelimuti keluarga Andi dan Irmawati, usai bayi mereka meninggal dunia setelah 33 jam menanti operasi sesar di RSUD Linggajati, Kuningan. Dugaan kelalaian pihak rumah sakit kini tengah diselidiki Polres Kuningan.
Kapolres Kuningan, AKBP Muhammad Ali Akbar, mengonfirmasi bahwa kasus ini telah memasuki tahap penyelidikan sejak awal Juli 2025, setelah ramai diberitakan dan menuai reaksi publik di media sosial.
# Baca Juga :Ditawari Rp 30 Juta, Korban Dugaan Malpraktik RSUD Ulin Banjarmasin Menolak, Kuasa Hukum: Minta Kepastian Hukum
# Baca Juga :Kasus Dugaan Malpraktik di RSUD Ulin, Polisi akan Minta Keterangan Saksi Ahli
# Baca Juga :Kasus Dugaan Malpraktik di RSUD Ulin Banjarmasin, Komisi IV DPRD Kalsel akan Panggil Direksi Hari Kamis
“Sudah tiga orang dari pihak rumah sakit yang kami periksa sebagai saksi, yaitu Direktur Utama RS, dokter, dan perawat. Proses ini masih terus berjalan,” ujar Kapolres saat ditemui, Senin (14/7/2025).
3 Pejabat RS Diperiksa Polisi
Tiga saksi yang diperiksa masing-masing berinisial:
ES: Direktur Utama RSUD Linggajati
RI: Dokter yang menangani pasien
FI: Perawat yang pertama kali menerima pasien
Menurut Kapolres, dokter dan perawat adalah pihak pertama yang menangani korban, sementara direktur dinilai bertanggung jawab atas keseluruhan SOP penanganan medis.
Selain tiga saksi awal, hari ini juga dijadwalkan pemeriksaan tambahan terhadap staf rumah sakit lainnya. Polisi juga akan meminta keterangan dari keluarga korban serta berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk menilai prosedur medis yang dijalankan.
Kronologi Tragis: Ketuban Pecah, Operasi Baru 33 Jam Kemudian
Insiden memilukan ini bermula saat Irmawati, istri Andi, mengalami pecah ketuban pada Sabtu malam (14/6/2025). Mereka segera menuju RSUD Linggajati pukul 23.00 WIB setelah mendapat rujukan dari bidan desa di Perumahan Gandasoli.
“Ketuban sudah pecah. Rekomendasi dari bidan juga kami tunjukkan ke UGD. Tapi tidak langsung ada tindakan. Istri saya hanya diberi obat pereda nyeri,” kata Andi, menahan kecewa.







