Namun, alih-alih mengambil langkah korektif, Trump justru menuding data tersebut sebagai rekayasa politik. Ia bahkan dilaporkan memecat kepala lembaga statistik ketenagakerjaan, menyebut laporan itu sebagai “fitnah terselubung.”
“Angka-angka penting seperti ini harus adil dan akurat. Tidak boleh dimanipulasi untuk kepentingan politik,” tulis Trump lewat akun Truth Social.
“Ekonomi kita sedang BOOMING!” tegasnya tanpa ragu.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI










