KALIMANTANLIVE.COM, JAKARTA – Gelombang kemarahan publik pecah setelah insiden seorang pengemudi ojek online (ojol) diduga terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).
Peristiwa yang terekam kamera warga ini langsung viral di media sosial dan kini berbuntut panjang ke jalanan.
# Baca Juga :BREAKING NEWS! Hari Ini Ribuan Buruh Gelar Demo Serentak: Jakarta Memanas, Banjarmasin Bakal Ikut Bergejolak
# Baca Juga :Tolak Tapera, Buruh Bakal Demo Besar-besaran dan Serentak di Seluruh Indonesia pada 27 Juni 2024
# Baca Juga :May Day 2024, Disnaker Upayakan Mediator Fasilitasi Tuntutan Para Buruh Usai Demo di Tabalong
# Baca Juga :MPL ID S16 Week 2 Day 1: Jadwal Hari Ini (29/8) Onic vs Geek dan Dewa United vs Navi
Mahasiswa Geram, Siapkan Aksi Massa
Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan memastikan akan menggelar unjuk rasa besar-besaran pada Jumat (29/8/2025).
“Kami akan turun menyikapi kondisi yang sama sekali tidak dapat dimaklumi,” tegas Muhammad Ikram, Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan.
Menurutnya, titik aksi masih dalam diskusi, dengan opsi lokasi antara Mako Brimob, Mabes Polri, atau Polda Metro Jaya.
Sementara itu, BEM Universitas Indonesia (UI) melalui ketuanya, Atan Zayyid Sulthan, juga mengonfirmasi akan ikut turun ke jalan.
“Kami titik kumpul di UI, aksi di Polda Metro Jaya pukul 13.00 WIB,” ungkap Atan.
Kronologi Insiden Viral
Video amatir yang beredar memperlihatkan rantis Brimob melaju cepat di tengah warga yang berhamburan.
Naas, seorang pengemudi ojol yang mencoba menghindar justru terlindas roda rantis.
Korban terlihat terkapar, namun rantis terus melaju tanpa menghiraukan kondisi di belakangnya.
Peristiwa itu membuat warga yang semula bubar berbalik mengepung kendaraan Brimob, bahkan memukul bodi mobil hingga ada yang mengejar.
Sikap Gojek: Investigasi dan Simpati
Pihak PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melalui Direktur Public Affairs & Communications, Ade Mulya, menyatakan masih melakukan investigasi terkait identitas korban.
“Saat ini kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendapat kejelasan identitas korban,” ujarnya.










