KALIMANTANLIVE.COM – Tidak banyak negara di dunia yang seluruh penduduknya beragama Islam. Namun, Maladewa atau Maldives, negara kepulauan kecil di Samudera Hindia, menjadi salah satunya. Lebih istimewa lagi, negeri 100 persen muslim ini memiliki kebijakan unik: alokasi kuota haji khusus untuk fakir miskin.
Menurut laporan media lokal Sun, setiap tahunnya Maladewa mendapat jatah sekitar 1.000 kuota haji dari Arab Saudi. Dari jumlah itu, pemerintah membaginya dengan sistem khusus:
# Baca Juga :BREAKING NEWS! Prabowo Murka: Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Presiden Minta Pelaku Dihukum Berat
# Baca Juga :RUPIAH TERTEKAN! Nilai Tukar Melemah ke Rp 16.385 per Dolar AS, Ini Daftar Kurs di 5 Bank Besar
# Baca Juga :MENGEJUTKAN! Letusan Gunung Api Bisa Ubah Pola Banjir Dunia, Bikin Wilayah Kering Tiba-Tiba Tergenang
# Baca Juga :LINK LIVE STREAMING Timnas Putri U16 Indonesia vs Vietnam: Perebutan Tempat Ketiga Piala AFF 2025, Kick Off 15.30 WIB
100 kuota untuk pejabat negara, asisten jemaah sakit atau lansia, juru masak, dan pendukung teknis lainnya.
50 kuota dikhususkan bagi warga fakir miskin.
850 kuota sisanya untuk jemaah reguler yang membayar iuran haji tahunan ke Badan Haji Maladewa.
Presiden Maladewa Pangkas Kuota Pejabat
Presiden Mohamed Muizzu baru-baru ini menginstruksikan pemangkasan kuota haji bagi pejabat negara. Kebijakan ini diambil setelah muncul tuduhan bahwa sebagian pejabat mengutak-atik kuota untuk kepentingan pribadi maupun keluarga agar bisa naik haji tanpa antre panjang.
Pemerintah Maladewa juga berencana memperkenalkan kuota haji khusus untuk jamaah berusia 65 tahun ke atas, menerapkan aturan jeda lima tahun bagi mereka yang sudah pernah berhaji, serta memprioritaskan jamaah yang baru pertama kali menunaikan ibadah haji.
Profil Singkat Maladewa
Maladewa adalah negara kepulauan independen di Samudera Hindia bagian utara-tengah. Negara ini terdiri dari atol karang yang terbentuk dari puncak gunung vulkanik purba yang tenggelam, sebagaimana dijelaskan dalam Encyclopedia Britannica.
Penduduknya berasal dari suku Maladewa, keturunan campuran dari berbagai bangsa yang sejak berabad-abad silam berinteraksi dengan pedagang Arab, Malaya, Madagaskar, Indonesia, hingga China.
Islam menjadi agama resmi negara, dan seluruh warga Maladewa beragama Islam. Sistem hukum di negara ini juga berlandaskan pada prinsip-prinsip syariah.










