Pemerintah Geram Harga Beras di Ritel Melonjak! Bapanas Ultimatum: Harus Wajar dan Terjangkau

KALIMANTANLIVE.COM, JAKARTA – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) turun tangan menyikapi mahalnya harga beras khusus yang dijual di sejumlah ritel modern. Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menegaskan harga beras tidak boleh membebani konsumen dan meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap struktur biaya produksi.

“Concern pemerintah adalah harga beras khusus. Biaya produksinya jangan terlalu tinggi. Kita perlu bedah cost structure-nya, seperti beras reguler,” tegas Arief dalam keterangan pers, Senin (15/9/2025).

# Baca Juga :Buruan! Diskon Tambah Daya Listrik PLN 50% Tinggal 3 Hari Lagi, Ini Syarat Lengkapnya

# Baca Juga :Harga Emas Pegadaian 15 September 2025: UBS, Galeri24, dan Antam Kompak Tak Bergerak

# Baca Juga :Barcelona Hajar Valencia 6-0, Real Madrid Masih Sempurna di Puncak Klasemen LaLiga 2025-2026

# Baca Juga :Resmi Meluncur! Vespa LX 150 Hadir dengan Mesin I-Get dan Warna Baru, Harga Rp 46,5 Juta

Ia menekankan agar ritel menerapkan konsep “everyday low price” sehingga harga tetap wajar baik di tingkat produsen maupun konsumen.

Beras Premium dan SPHP Harus Tersedia di Ritel

Bapanas juga meminta ritel modern kembali memasok beras premium dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Target distribusi SPHP dipatok 800 ribu ton hingga akhir 2026.

“Beras premiumnya jangan kosong. Untuk beras SPHP, buat estimasi kebutuhan tiap ritel. Ritel paling disiplin menjual sesuai HET ke masyarakat,” ujar Arief.

Sebelumnya, distribusi SPHP lebih banyak diarahkan ke pasar tradisional, outlet Bulog, BUMN, hingga jalur TNI-Polri dan pemerintah daerah. Namun, penyaluran ke ritel modern sempat tersendat lantaran penyesuaian mutu dan label sesuai Peraturan Bapanas Nomor 2 Tahun 2023.

Realisasi Penyaluran Masih Rendah

Data Bapanas per 12 September mencatat penyaluran beras SPHP baru mencapai 356,6 ribu ton atau 23,78% dari target nasional 1,5 juta ton. Rinciannya, Bulog menggandeng 5.231 mitra pasar rakyat dan 457 mitra ritel modern, termasuk dukungan distribusi lewat koperasi desa dengan pembiayaan Himbara.