Namun, Tito mengingatkan masih ada beberapa daerah dengan inflasi di atas 3,5 persen, antara lain Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, Papua Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Pegunungan, Aceh, Riau, dan Sulawesi Barat.
“Inflasi harus dijaga seimbang. Jika terlalu rendah, produsen seperti petani dan nelayan bisa merugi. Jika terlalu tinggi, masyarakat sebagai konsumen yang akan terbebani,” ujarnya.
Mendagri juga menyoroti pergerakan sejumlah komoditas. Harga bawang merah, misalnya, turun signifikan pada September 2025. Dari 309 daerah yang sempat mengalami kenaikan pada Agustus, kini hanya tersisa 31 daerah.
BACA JUGA: Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah
Sementara itu, harga beras mulai terkendali berkat operasi pasar yang digelar bersama Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Pada Agustus, kenaikan harga beras terjadi di 214 daerah, kini tersisa 106 daerah dengan tren penurunan harga di banyak wilayah.










