Ngeri! Topan Super Ragasa Hantam China & Hong Kong, Peringatan Tertinggi Dikeluarkan

BEIJING, KALIMANTANLIVE.COM – Topan Super Ragasa, badai ke-18 yang terbentuk tahun ini, melanda wilayah China selatan dan Hong Kong dengan kekuatan dahsyat. Pemerintah setempat langsung mengaktifkan status darurat, menangguhkan aktivitas masyarakat, hingga mengeluarkan peringatan cuaca tertinggi.

China Siaga Total

Di Provinsi Guangdong, aktivitas publik lumpuh sejak Selasa (23/9/2025) sore. Sekolah-sekolah, transportasi umum, bisnis, hingga produksi resmi dihentikan demi keselamatan warga.

# Baca Juga :MotoGP Jepang 2022 Terancam Batal, Badai Topan Nanmadol Bakal Serang Tokyo

# Baca Juga :KCJB Tandai Enam Bulan Masa Pengoperasiannya dengan Mencatat 2,56 Juta Penumpang

# Baca Juga :Korban Tewas Capai 100 Jiwa, Banjir dan Tanah Longsor Menyapu Lokasi Miskin di Brasil, 6.200 Mengungsi

# Baca Juga :MISTERIUS, Laut Iblis di Jepang Sama Angkernya seperti Segitiga Bermuda

Mulai Rabu (24/9/2025) pukul 15.00, kota Zhanjiang juga menangguhkan seluruh kegiatan kerja. Hanya sektor vital seperti air, listrik, gas, komunikasi, layanan medis, dan darurat yang tetap beroperasi.

Menurut Pusat Pengendalian Banjir, Kekeringan, dan Topan, Ragasa diprediksi mendarat di sepanjang pesisir antara Yangjiang dan Zhanjiang dengan kecepatan 20 km/jam. Pusat Meteorologi Nasional China pun mempertahankan peringatan oranye, level kedua tertinggi dalam sistem peringatan badai empat tingkat di Negeri Tirai Bambu.

Hong Kong Aktifkan Sinyal Badai No. 10

Situasi makin genting ketika Observatorium Hong Kong mengeluarkan sinyal badai No. 10, level peringatan cuaca paling ekstrem, pada Rabu (24/9/2025) pukul 02.40 waktu setempat.

Fakta mencengangkan:

Ini kali kedua tahun 2025 Hong Kong mengaktifkan sinyal No. 10, setelah sebelumnya diterapkan saat Topan Wipha pada 10 Juli.

Terakhir kali Hong Kong mengeluarkan peringatan tertinggi lebih dari sekali dalam setahun adalah 1964.

Topan Ragasa menghantam dengan angin kencang 118 km/jam disertai hujan deras. Hingga pukul 08.00 waktu setempat, laporan resmi mencatat:

169 pohon tumbang

1 tanah longsor

19 warga terluka

747 orang mengungsi di 49 tempat penampungan darurat