Kalimantanlive.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menambahkan pengukuran berat badan, tinggi badan, dan status gizi dalam layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Langkah ini dilakukan untuk memantau dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap para penerima manfaat.
BACA JUGA: Indonesia Intensifkan Komunikasi dengan AS soal Udang Tercemar Radioaktif
“Mulai tahun ini dan tahun depan, Cek Kesehatan Gratis akan dilengkapi dengan pengukuran gizi anak-anak,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat bersama DPR di Jakarta, Rabu (29/9).
Menurut Budi, indikator tersebut penting untuk menghasilkan bukti ilmiah atas keberhasilan MBG sekaligus memberikan masukan untuk perbaikan kebijakan, misalnya dalam pemilihan menu yang paling sesuai dengan kebutuhan nutrisi.
“Kalau aturannya UNICEF dan WHO, penimbangan bisa dilakukan setiap enam bulan. Jadi CKG di sekolah akan kita masukkan penimbangan dua kali setahun. Data ini akan membantu memberikan feedback by name, by address untuk Badan Gizi Nasional (BGN),” ujarnya.










