JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Sejak Kementerian Agama resmi melegalkan umrah mandiri, tren beribadah tanpa ikut travel makin diminati masyarakat Indonesia. Selain lebih fleksibel dan berpotensi hemat biaya, cara ini juga memberi pengalaman spiritual yang lebih personal. Namun, tanpa perencanaan matang, perjalanan justru bisa berisiko.
Nabilla Tashandra, seorang perempuan asal Jakarta yang sukses menjalani umrah mandiri pada November 2024, membagikan pengalamannya sekaligus tiga tips penting bagi calon jamaah yang ingin berangkat sendiri.
# Baca Juga :12 Asosiasi Umrah Siap Gugat Umrah Mandiri ke MK: “Ibadah Bukan Sekadar Transaksi Global!”
# Baca Juga :Simpeda ASN Bank Kalsel Hadirkan Kebahagiaan dan Hadiah Umrah, Apresiasi ASN Konsisten Menabung
# Baca Juga :Bank Kalsel Sukses Bina Merchant QRIS Tertinggi Kalsel, Hadiahnya Umrah ke Tanah Suci
# Baca Juga :Arab Saudi Resmi Izinkan Semua Jenis Visa untuk Umrah, Tak Perlu Visa Khusus, Akses Ibadah Kini Makin Mudah!
“Umrah mandiri belum tentu cocok untuk semua orang. Jadi riset dulu apakah sanggup mengurus semuanya sendiri, termasuk kebutuhan dan anggaran,” ujar Tasha saat diwawancarai, Jumat (31/10/2025).
1. Riset Sedalam Mungkin Sebelum Berangkat
Menurut Tasha, riset adalah kunci utama keberhasilan umrah mandiri. Mulai dari visa, transportasi, akomodasi, hingga lokasi ibadah, semua harus dipelajari secara detail.
“Yang pertama itu riset, ya. Paling penting sebenarnya. Baik sebelum berangkat, mau berangkat, atau pas sudah di sana,” katanya.
Ia menyarankan agar calon jamaah mencari informasi dari berbagai sumber tepercaya, termasuk mereka yang pernah melakukan umrah mandiri sebelumnya.
“Kalau bisa, cari kenalan orang lokal atau orang Indonesia yang tinggal di Arab Saudi, jadi kalau ada kebutuhan mendadak bisa minta bantuan,” tambahnya.
2. Buat Daftar Barang Bawaan Secara Rinci
Tidak seperti umrah via travel, jamaah mandiri harus mengurus semua perlengkapan sendiri. Karena itu, buatlah daftar barang bawaan lengkap sejak jauh hari.
“Listing barang bawaan itu penting banget, jangan sampai ada yang tertinggal, terutama dokumen penting seperti paspor,” ujar Tasha.
Selain perlengkapan ibadah, ia juga menyarankan membawa alat kesehatan pribadi, obat-obatan dasar, dan pakaian yang sesuai kondisi cuaca Arab Saudi.










