TRAGEDI PEKALONGAN! Gas Melon Meledak, Ayah dan Dua Anak Tewas Mengenaskan

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Duka mendalam menyelimuti Kota Pekalongan. Ledakan hebat akibat kebocoran gas melon 3 kilogram di sebuah rumah kos kawasan Buaran Keradenan, Pekalongan Selatan, menelan korban jiwa. Hingga Senin (3/11/2025) sore, tiga nyawa melayang: seorang ayah dan dua anaknya yang masih kecil — satu balita dan satu bayi.

# Baca Juga :Mobil Terbakar di Waterpark Banjarbaru Ternyata Akibat Kompor Gas Meledak

# Baca Juga :BREAKING WEATHER ALERT! Kalsel & Kalteng Siaga Petir & Angin Kencang, Cuaca Ekstrem Landa Selasa Ini!

# Baca Juga :DRAMA DI MAPEI STADIUM! Jay Idzes Tak Berkutik, Sassuolo Tumbang 1-2 dari Genoa di Detik Akhir!

# Baca Juga :LIGA INGGRIS MEMANAS! Sunderland Gagal Salip Manchester City Meski Dominan di Kandang!

Korban pertama, Harisan Arka (3), meninggal dunia pada Minggu malam (2/11) sekitar pukul 21.30 WIB. Disusul sang ayah, Fatidhotul Ilmi (38), yang mengembuskan napas terakhir pada Senin (3/11) pukul 13.30 WIB. Hanya berselang 30 menit, bayi mungil Raisya Adya (4 bulan) juga tak tertolong dan meninggal pukul 14.00 WIB.

Ketiganya sempat mendapat perawatan intensif di RSUD Bendan, Kota Pekalongan, namun luka bakar yang dialami terlalu parah. Dokter IGD RSUD Bendan, dr Bryan Abednego, mengungkapkan bahwa seluruh korban mengalami luka bakar berat akibat ledakan dahsyat yang bersumber dari kebocoran gas.

“Anak usia tiga tahun mengalami luka bakar hingga 80 persen dan meninggal di IGD. Ayahnya luka bakar 51 persen dan meninggal di ICU. Bayi empat bulan luka bakar 40 persen, juga meninggal dunia. Hanya ibu korban yang masih bertahan dan kini dirawat intensif di ICU,” jelas dr Bryan.

Suasana duka terasa begitu dalam. Jenazah Harisan Arka dimakamkan lebih dulu di kampung halaman ibunya di Simbang, Kabupaten Pekalongan, Senin pagi. Sementara Fatidhotul Ilmi dan Raisya Adya dimakamkan bersebelahan di tempat asal sang ayah di Kelurahan Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan, pada Senin petang.

Ketua RT setempat, Sofyan, mengatakan keluarga korban dikenal sebagai keluarga sederhana dan ramah.

“Mereka orang baik. Ayahnya bekerja sebagai buruh jahit harian. Sudah setahun tinggal di rumah kos itu,” tutur Sofyan dengan nada haru.

Peristiwa tragis ini bermula pada Minggu sore (2/11), saat warga dikejutkan suara ledakan keras dari rumah kos korban. Kobaran api langsung membesar setelah tabung gas melon 3 kilogram bocor dan tersulut api. Warga sekitar panik dan berusaha memadamkan api sebelum petugas pemadam tiba.