KALIMANTANLIVE.COM – Band rock legendaris Linkin Park kembali melayangkan protes keras setelah salah satu lagu mereka digunakan tanpa izin oleh pihak yang berafiliasi dengan Donald Trump. Insiden ini langsung memicu kehebohan di media sosial dan memancing reaksi keras dari penggemar.
Kali ini, lagu “Somewhere I Belong” dicatut untuk mengiringi video kompilasi pencapaian Donald Trump yang dirilis bertepatan dengan perayaan malam Tahun Baru. Video tersebut sempat diunggah ke kanal YouTube The White House dan langsung menuai sorotan publik.
# Baca Juga :Harga Emas Antam Ngamuk Hari Ini! Melonjak Rp27 Ribu per Gram, Tembus Rp2,5 Juta
# Baca Juga :Man City vs Chelsea: Guardiola Frustrasi! Ditahan Pelatih Interim Chelsea yang Masih Bau Kencur
# Baca Juga :Celana Merah Jadi Petunjuk Terakhir, Keluarga Kenali Jasad Pelatih Valencia di Perairan Komodo
# Baca Juga :Kenapa Malam 27 Rajab Dianggap Istimewa? Ini Makna Isra Mi’raj dan Amalan yang Dianjurkan
Mengutip laporan Chaoszine, penggunaan lagu tersebut sama sekali tidak mendapat persetujuan dari Linkin Park. Begitu mengetahui karya mereka dipakai tanpa izin, pihak band langsung mengambil langkah tegas dengan melaporkan video tersebut.
Tak berselang lama, video yang menjadi sumber kontroversi itu pun menghilang dari YouTube The White House dan hingga kini tak lagi dapat ditemukan.
Bukan Pertama Kali Bentrok dengan Trump
Kasus ini bukan kali pertama Linkin Park merasa dirugikan. Pada tahun 2020, lagu ikonik mereka “In The End” versi vokalis mendiang Chester Bennington juga sempat digunakan dalam video kampanye Donald Trump tanpa izin resmi.
Aksi tersebut kala itu memicu kemarahan besar dari Linkin Park dan para penggemarnya. Pasalnya, Chester Bennington dikenal sebagai musisi yang vokal menyuarakan pandangan sosial dan politik, serta secara terbuka tidak sejalan dengan nilai dan agenda yang diperjuangkan Donald Trump.









