Beasiswa S2 Double Degree Kemenag–LPDP 2026 Resmi Dibuka, Kuliah Dua Negara Indonesia–Australia Gratis

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Kabar baik bagi insan pendidikan keagamaan! Kementerian Agama (Kemenag) resmi membuka pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree Kemenag–LPDP 2026 melalui program Split-Site Master Program (SSMP) Cohort-10. Program prestisius ini memungkinkan peserta menempuh studi magister di Indonesia dan Australia selama dua tahun.

Beasiswa tersebut dikelola oleh Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kemenag, bekerja sama dengan Australia Awards Indonesia serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI.

# Baca Juga :Beasiswa LPDP Khusus Perempuan 2026 Dibuka, Kuliah S2–S3 Gratis hingga Tunjangan Keluarga

# Baca Juga :Lula Lahfah Tutup Usia, Ini 5 Gaya Casual Chic Ikonik yang Selalu Menginspirasi

# Baca Juga :Banjir Terparah Landa Jakarta Barat, Pramono Anung Bongkar Penyebab Utamanya

# Baca Juga :Sindikat Elpiji Oplosan Digulung Polda Jateng, Dua Bulan Raup Untung Fantastis Rp 10 Miliar

Peserta terpilih akan menjalani pendidikan selama dua tahun penuh. Tahun pertama ditempuh di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIN Sunan Ampel Surabaya, sementara tahun kedua dilanjutkan di University of Canberra, Australia, pada program Teaching English to Speakers of Other Languages (TESOL).

Komitmen Perkuat Pendidikan Keagamaan

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin menegaskan, beasiswa double degree ini merupakan pengembangan dari skema Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) yang didukung mekanisme co-funding LPDP.

“Program Beasiswa Master Gelar Ganda ini adalah komitmen strategis terhadap kolaborasi internasional, keunggulan akademik, dan pengembangan kepemimpinan di sektor pendidikan tinggi keagamaan Indonesia,” ujar Kamaruddin di Jakarta, Jumat (23/1/2026), dikutip dari laman resmi Kemenag.

Ia berharap kemitraan dengan perguruan tinggi ternama di Australia, termasuk University of Canberra, mampu melahirkan pendidik dan akademisi berjejaring global yang berkontribusi bagi kemajuan pendidikan keagamaan nasional.

Kamaruddin juga mengajak keluarga besar Kementerian Agama untuk memanfaatkan peluang emas ini sebagai sarana pengembangan karier dan penguatan institusi pendidikan keagamaan.

“Beasiswa S2 Double Degree ini sangat strategis, baik untuk pengembangan individu maupun peningkatan kualitas lembaga pendidikan keagamaan,” tegasnya.

Siapa Saja yang Bisa Daftar?

Kepala Puspenma Ruchman Basori menjelaskan, beasiswa ini diperuntukkan bagi keluarga besar Kementerian Agama, meliputi guru, ustadz, kyai, tenaga kependidikan madrasah dan sekolah keagamaan, dosen, alumni Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK), serta pegawai Kemenag.

Ia mendorong civitas academica di lingkungan Ditjen Pendidikan Islam, Bimas Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Pusat Konghucu, untuk mempersiapkan diri secara maksimal.

Menurut Ruchman, program ini menjadi bagian dari kaderisasi guru dan dosen Bahasa Inggris di lingkungan pendidikan keagamaan.