77,2 Ton Ikan Nila Mati di Sungai Barito, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp 2,7 Miliar

MARABAHAN, Kalimantanlive.com – Ribuan ikan nila di keramba apung milik pembudidaya ikan di aliran Sungai Barito, khususnya lagi di Kecamatan Marabahan dan Bakumpai mati mendadak.

Tidak hanya ikan dalam keramba apung, ikan liar di aliran sungai di kawasan ini pun juga ikut teler hingga warga pun beramai-ramai menangkapnya.

Baca juga : Tenggelam saat Berenang di Sungai Berangas Barat Batola, Remaja Ini Ditemukan Tak Bernyawa

Kondisi ini terjadi sejak Sabtu (24/1/2026), dan diduga penyebabnya karena menurunnya kualitas air sungai di kawasan ini.

Akibat fenomena ini, para pembudidaya ikan keramba pun merugi, terlebih diketahui bahwa ikan yang mati tersebut sudah dalam kondisi siap dipanen.

Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Barito Kuala (Batola), tercatat ada 77,2 ton lebih ikan nila siap jual atau berukuran antara 2 sampai 3 ons yang mati.

Jumlah kematian ikan nila sebanyak 77,2 ton tersebut dialami para pembudidaya ikan nila keramba jaring apung dari 17 Kelompok Budi Daya Ikan (Pokdakan) dan dua kelompok pembudidaya mandiri, yang ada di Kecamatan Bakumpai dan Marabahan.

Jika harga ikan nila siap panen seharga Rp 35 ribu per kilogram, maka diestimasikan total kerugian yang dialami pebudidaya nila totalnya sekitar Rp 2,7 miliar.