Krisis Selat Hormuz! Dua Kapal Tertahan, Ini Strategi Pertamina Jaga Pasokan BBM Nasional

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah berdampak langsung pada jalur energi global. Dua kapal pengangkut minyak milik PT Pertamina (Persero) dilaporkan masih tertahan di Selat Hormuz yang ditutup Iran.

Secara total, terdapat empat kapal Pertamina yang berada di kawasan Timur Tengah. Situasi ini memicu langkah cepat perusahaan pelat merah tersebut demi memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri tetap aman.

# Baca Juga :Jangan Langsung Rebahan Usai Sahur! Dokter Ungkap Risiko Gangguan Lambung hingga GERD

# Baca Juga :WOW! Utang Pinjol & Paylater Warga RI Tembus Rp125,64 Triliun Awal 2026, Siapa Paling Dominan?

# Baca Juga :UPDATE Harga Emas Hari Ini 4 Maret 2026: Antam Stabil di Sekitar Rp3,12 Juta per Gram

# Baca Juga :Resmi! Honda City Hatchback Setop Produksi di RI, Ini Alasan di Baliknya

19 Persen Impor RI dari Timur Tengah

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan sekitar 19 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari Timur Tengah.

Saat ini, distribusi energi disebut tetap berjalan melalui sistem reguler, termasuk skema alternatif dan mekanisme darurat. Pertamina juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna menjaga ketahanan energi nasional.

Menurut Baron, sejumlah opsi teknis sedang diproses dan akan diumumkan lebih lanjut setelah matang.

Pemerintah Siapkan Skenario Terburuk

Langkah antisipasi juga disampaikan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Ia mengungkapkan sekitar 20–25 persen impor minyak mentah RI selama ini melewati jalur Selat Hormuz.

Dengan konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran belum menunjukkan tanda mereda, pemerintah memilih menyiapkan skenario terburuk.

Salah satu opsi yang disiapkan adalah mengalihkan sebagian impor minyak mentah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat. Pasokan Indonesia sendiri selama ini juga berasal dari Afrika dan Brasil, sehingga diversifikasi sumber dinilai memungkinkan.

Bahlil menegaskan, langkah ini diambil untuk memastikan kepastian pasokan di tengah ketidakpastian global yang belum bisa diprediksi kapan akan berakhir.

BBM Nasional Diklaim Tetap Aman

Meski dua kapal masih tertahan, Pertamina memastikan kebutuhan energi nasional tetap terkendali. Skema distribusi alternatif dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar pasokan BBM tidak terganggu.