TEHERAN, Kalimantanlive.com — Sumber keamanan Iran membantah laporan media Barat yang menyebutkan adanya serangan oleh kelompok Kurdi melintasi perbatasan Iran, menurut kantor berita Nour News.
Sebelumnya, Fox News mengutip seorang pejabat AS yang menyatakan bahwa kelompok Kurdi Irak diduga melancarkan serangan darat terhadap wilayah Iran.
Namun, laporan itu dibantah oleh pejabat Iran. Kantor berita Tasnim, mengutip korespondennya sendiri, menyatakan bahwa tidak ada pergerakan kelompok Kurdi yang terdeteksi di perbatasan barat Iran.
Selain itu, Barak Ravid, reporter dari Axios, melaporkan bahwa seorang pejabat senior dari salah satu faksi Iran-Kurdi juga membantah terjadinya serangan tersebut.
Klarifikasi ini muncul di tengah ketegangan regional dan laporan-laporan sebelumnya mengenai operasi militer gabungan AS-Israel di Iran, yang telah menimbulkan korban tewas di negara itu.
Menurut data Bulan Sabit Merah Iran, jumlah korban tewas akibat operasi militer meningkat menjadi 787 pada awal Maret 2026.
Pihak keamanan Iran menegaskan bahwa perbatasan tetap aman dan tidak ada serangan baru yang terjadi dari wilayah Kurdi.
Media lokal dan internasional diminta untuk memverifikasi informasi sebelum menyebarkan laporan terkait situasi perbatasan Iran.
Klarifikasi ini menekankan pentingnya sumber resmi dalam melaporkan perkembangan konflik di wilayah sensitif, guna menghindari kesalahpahaman dan eskalasi ketegangan.
Sumber: Antaranews.com










