JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Film One Battle After Another mencetak sejarah di ajang Academy Awards ke-98 setelah berhasil memenangkan kategori paling bergengsi Best Picture pada Oscar 2026.
Film garapan sutradara ternama Paul Thomas Anderson ini tampil dominan sepanjang malam penghargaan yang digelar di Dolby Theatre, Los Angeles. Tidak hanya meraih satu penghargaan, film tersebut berhasil memborong enam piala Oscar dari berbagai kategori utama.
# Baca Juga :Barcelona Pesta Gol Lawan Sevilla, Tapi Hansi Flick Masih Semprot Tim
# Baca Juga :Perang AS–Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Diprediksi Melonjak Tajam
# Baca Juga :Wuling Eksion Bikin Penasaran di IIMS 2026, Dealer Diam-diam Sudah Buka Booking
# Baca Juga :“Golden” Menang Oscar 2026, Lagu K-Pop Pertama yang Raih Best Original Song
Enam kategori yang berhasil dimenangkan film ini antara lain:
Best Picture
Best Director – Paul Thomas Anderson
Best Adapted Screenplay
Best Supporting Actor – Sean Penn
Best Casting
Best Film Editing
Dominasi ini menegaskan posisi One Battle After Another sebagai film paling berpengaruh di musim penghargaan tahun ini.
Duel Sengit dengan Film Sinners
Malam penghargaan Oscar 2026 juga diwarnai persaingan sengit antara film karya Anderson dengan film Sinners yang disutradarai Ryan Coogler.
Meski Sinners berhasil membawa pulang penghargaan Best Actor lewat penampilan Michael B. Jordan, dominasi tetap berada di tangan One Battle After Another dalam kategori-kategori utama.
Film ini diketahui diproduksi dengan anggaran lebih dari USD 130 juta, membuktikan bahwa visi artistik yang kuat tetap mampu memenangkan hati para pemilih Academy.
Pidato Haru Paul Thomas Anderson
Saat menerima penghargaan Best Director, Paul Thomas Anderson tampil dengan gaya khasnya yang rendah hati. Ia membuka pidato dengan candaan mengenai betapa sulitnya mendapatkan pengakuan dari Academy selama bertahun-tahun.
Namun suasana berubah emosional ketika ia mendedikasikan penghargaan tersebut kepada sahabat lamanya, mendiang Adam Somner.
“Akan selalu ada keraguan di dalam hati apakah kita benar-benar layak menerimanya, tapi tidak ada keraguan sedikit pun mengenai betapa senangnya saya bisa memegang piala ini sendiri,” ujar Anderson di atas panggung.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan film ini tidak lepas dari kerja sama seluruh kru.
“Bagi saya, bioskop adalah rumah,” tambahnya.








