Sekuel Horor Indonesia “Kuasa Gelap: Perjanjian Darah” Siap Menghantui Layar Lebar 2026

JAKARTA, Kalimantanlive.com – Film horor eksorsisme Indonesia, “Kuasa Gelap”, akan kembali dengan sekuel bertajuk “Kuasa Gelap: Perjanjian Darah”. Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Jumat, sekaligus mengonfirmasi jadwal tayang film di bioskop pada 2026.

Kesuksesan film pertama pada 2024 menjadi sorotan publik. Film itu dinilai membawa perspektif baru dalam genre horor Indonesia, dengan fokus pada eksorsisme yang jarang diangkat, khususnya dari sudut pandang iman Katolik.

BACA JUGA: Film Aksi Hong Kong “The Furious” Rilis Trailer Perdana, Tampilkan Kolaborasi Bintang Asia

Sekuel ini dirancang untuk melanjutkan pencapaian tersebut, menawarkan cerita yang lebih dalam dan kompleks. Penonton akan diajak menjelajahi sisi gelap dan konflik internal karakter utama, sekaligus menyaksikan dinamika hubungan antar tokoh yang berkembang.

Jerome Kurnia, yang berperan sebagai aktor sekaligus Executive Producer, mengaku terkejut dengan sambutan luas terhadap film pertama. Ia menyebut keberhasilan tersebut sebagai berkat sekaligus motivasi besar untuk melanjutkan cerita ke film kedua.

“Awalnya kami hanya ingin menghadirkan sesuatu yang belum pernah dibuat, tentang eksorsisme. Ternyata diterima oleh banyak orang, dan itu membuat saya sangat bahagia. Sekarang kami bisa membuat yang kedua, dan semoga bisa terus memberikan pandangan baru,” ujar Jerome.

Jika film pertama berfokus pada perjalanan dan trauma karakter Thomas, maka “Perjanjian Darah” akan mengulik masa lalu dan sisi kemanusiaannya. Penonton juga akan menyaksikan konflik baru terkait kelayakan Thomas sebagai seorang eksorsis, alias pengusir setan.

Selain itu, tema pesugihan menjadi fokus baru yang lekat dengan budaya Indonesia. Andi Budiman, Executive Producer, menjelaskan bahwa sekuel ini tetap membawa pesan moral kuat dengan menyoroti dampak negatif praktik perjanjian darah terhadap kehidupan dan keluarga.

Film ini dirancang agar tetap bisa dinikmati sebagai karya yang berdiri sendiri, sehingga penonton tidak diwajibkan menonton film pertama untuk memahami alur cerita. Pendekatan ini diharapkan memperluas audiens, dari penggemar horor hingga penonton baru.

News Feed