Pada cuitan berikutnya, Kwik yang mengaku PDI sejak tahun 1987 hingga berubah menjadi PDIP, setelah Kongres Medan dan Surabaya, dan tetap kader hingga saat ini. “Satu partai dengan Pak Jokowi. Tapi kan tidka lantas harus menjilat terus dan mencari muka terus?” cuitnya.
Dalam cuitannya, Kwik juga menulis hubungannya dengan Megawati Soekarnoputri masih super.
Pak @.Marquez, saya ini sejak tahun 1987 kan kader PDI sampai menjadi PDIP, mengalami Kongres Medan dan Surabaya dan tetap kader sampai saat ini. Satu partai dng Pak Jokowi. Tapi kan tidak lantas hrs menjilat terus dan mencari muka terus?
Hubungan dng Mbak Mega msh super— Kwik Kian Gie (@kiangiekwik) February 6, 2021
BACA JUGA :
Tanggapi AHY Soal Gerakan Kudeta Partai Demokrat, Moeldoko: Jangan Dikit-dikit Istana!
Dua jam kemudian pakar ekonomi ini kembali mencuit menanggapi komentar netizen. Kwik dalam cuitannya menyatakan dirinya akan pikir-pikir mengeluarkan pendapat atau lebih baik tutup mulut total saja atau tambah giat dengan data yang valid dan konstruktif.
Rasanya koq sulit dibayangkan ya para buzzer itu dibayar. Banyak terima kasih untuk semua nasihat yang bertentangan,” tulisanya.
Baik-baik, banyak terima kasih. Saya tak mikir dulu lebih baik tutup mulut total saja atau tambah giat dengan data yg valid an konstruktif.
Rasanya koq sulit dibayangkan ya para buzzer itu dibayar.
Banyak terima kasih untk semua nasihat yg saling bertentangan.— Kwik Kian Gie (@kiangiekwik) February 6, 2021
Penulis : Elpian Achmad
Editor : Elpianur Achmad










