“Pertama orangtua dan wali siswa apakah setuju atau tidak. Kedua kesiapan protokol kesehatan. Ruang disemprot desinfektan, meja belajar diatur agar fisical distancing terjaga dengan diberi jarak. Misalnya 50 hadir atau sistem bergantian. Ketiga di meja harus disediakan hand sanitizer. Di luar ruangan harus tersedia tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun,” kata Ysuf Effendi, usai bertemu Komisi IV DPRD Kalsel.
Selain itu, Disdik Kalsel juga minta pihak sekolah membeli termogram untuk mengukur suhu badan siswa menggunakan dana BOS.
“Jika suhu badan siswa terlalu tinggi, harus dipulangkan,” katanya.
BACA JUGA : Komisi IV DPRD Kalsel Minta Dana PSU Pilgub 2020 Jangan Sentuh Anggaran Pendidikan dan Kesehatan
BACA JUGA :
KPU Kalsel Tetapkan Jadwal PSU Pilgub Kalsel 2020 pada 9 Juni 2021, Usai Lebaran Idulfitri
Menurut Yusuf kalau situasi memungkinkan untuk tahun ajaran baru nanti sudah bisa digelar pembelajaran secara tatap muka.
Secara terpisah, Kepala Disdik Kota Banjarmasin Totok Agus Daryanto mengatakan ujian sekolah (US) di Banjarmasin direncanakan akan digelar secara tatap muka sesuai hasil kesepakatan seluruh kepala sekolah.
“Rencananya kita akan menggelar Ujian Sekolah (US) dengan sistem tatap muka Ini hasil rapat yang kita lakukan bersama para kepala sekolah,” ujarnya dikonfirmasi wartawan, Rabu (24/2/2021) lalu.
Penulis : Elpian Achmad
Editor : Elpianur Achmad










