“Seperti di sepakbola, waktu normal pertandingan sudah habis. PSU ibarat tambahan waktu. Untuk strateginya kita menerapkan man to man marking,” kata Denny saat jumpa pers di Kantor Gerinda Kalsel beberapa waktu lalu.
Dalam istilah sepakbola, strategi man to man marking adalah pola pertahanan yang dilakukan dengan cara melakukan penjagaan satu lawan satu di area pertahanan. Setiap pemain diberikan tugas khusus untuk menjaga seorang pemain lawan ke manapun dan di manapun berada selama masih berada di daerah pertahanan.
BACA JUGA :
Kabulkan Gugatan Ananda-Mushaffa, MK Perintahkan Pemungutan Suara Ulang Pilwali Banjarmasin 2020
Selain strategi man to man marking, Denny menyatakan, untuk menghadapi PSU, dirinya dan seluruh tim fokus merebut hati 266 ribu lebih pemilih.
“Skarang kami fokus merebut hati pemilih, meyakinkan bahwa mereka teman-teman, dangsanak-dangsanak kita yang berjumlah 266 ribu lebih suara yang menentukan siapa gubernur. Nah, suara inilah yang harus kita rawat, kita rebut dengan hati, kita akan dorong dengan menggelorakan mengampanyekan politik tanpa uang,” kata Denny.
Sementara kubu Sahbirin-Muhidin juga melakukan persiapan menghadapi PSU 9 Juni 2021. Partai Golkar Kalsel telah menggelar rapat koordinasi terbatas di Kantor Golkar di Jalan Lambung Mangkurat, Rabu (24/3/2021).
Dalam pertemuan itu, Golkar mengintruksikan seluruh kadernya untuk berjuang memenangkan pasangan Sahbirin-Muhidin.
“Sesuai intruski DPP Partai Golkar, semua kader wajib berjuang memenangkan pasangan Sahbirin-Muhidin. Semua strategi akan dijalankan untuk menghadapi PSU,” kata Ketua Bapilu Golkar Regional Kalimantan Bambang Heri Purnama.







