Oleh karena itu, menurut Rosehan arus lalu lintas menjelang lebaran sudah dapat dipergunakan sebagai mana mestinya.
Selama ini sejak runtuhnya dua sisi oprit jembatan di Pabahanan, truk kontainer dan armada besar lainnya tak bisa lewat.
Jembatan bailey hanya diperkenankan untuk mobil kecil, sedangkan jalan alternatif Atilam-Kunyit juga tak memungkinkan dilintasi.

Armada besar pun terpaksa parkir di halaman Stadion Pertasi Kencana, Pelaihari. Mereka mesti estafet menggunakan pikap dan sejenisnya untuk mengangkut barang yang dibawa.
Jembatan darurat tersebut digenjot pengerjaannya sejak beberapa pekan lalu oleh Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) 1 Kalimantan Selatan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI Banjarmasin.
Penulis : Elpian Achmad
Editor : Elpianur Achmad









