Sedangkan jumlah rumah rusak akibat banjir mulai rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan di seluruh kabupaten di Kalsel sebanyak 7.428 unit.
“Data-data tersebut telah diserahkan untuk diproses ganti ruginya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Walhi Kalsel Kisworo mengatakan, banjir di Kalsel awal tahun ini merupakan banjir terparah sejak tahun 2006.
BACA JUGA :
Bahas LKPj 2020, Pansus 4 DPRD Kalsel Undang Pakar, Fokus Evaluasi Hasil Rekomendasi 2019
Melihat bencana banjir yang terus berulang, Walhi mendesak agar pemerintah pusat dan daerah untuk mulai tanggap bencana baik sebelum, sesaat, dan pasca bencana.
Kemudian, pemerintah juga diminta untuk mereview kembali pemberian izin industri ekstraktif, menyetop izin baru pembukaan lahan baik untuk lahan sawit maupun tambang.
Zoom meeting Pemulihan Ekonomi Pasca Banjir yang digagas Walhi juga diikuti, Ketua DPRD Kalsel, Kadis TPH, BLHD Kalsel, Bappeda Kalsel, DPMPTSP Kalsel, Biro Perekonomian dan Walhi Kalsel sebagai penyelenggara kegiatan.
Penulis : Elpian Achmad
Editor : Elpianur Achmad









