Mereka menuding Denny Indraya, mantan wakil Menkumham, melakukan korupsi finance gateway di departemen Kemenkumham.
“Ini adalah fitnah, tidak benar, mengada-ada. Ada Buya Maarif, Jimly Asshiddiqi, Prof Mahfud MD. ada menteri hukum dan HAM, dan saya sendiri yang sampai pada kesimpulan, tidak benar ada korupsi, tidak benar ada kerugian keuangan negara,” ujarnya.
Menurut Bambang, Denny adalah korban kriminalisasi yang ingin menjatuhkan integritas dan kredibilitasnya. Jangan percaya kampanye hitam seperti ini, dia hanya memanipulasi, siapa sesungguhnya yang tidak mampu melakukan tindakan-tindakan untuk kepentingan masyarakat.
BACA JUGA:
Jelang PSU Pilgub Kalsel 9 Juni 2021, Sahbirin dan Denny Perebutkan 266.757 Suara
“Hati-hati kampanye hitam tengah menyergap di Kalimantan Selatan,” katanya.
Dr Abraham Samad mantan ketua KPK 2011-2015, menyatakan kampanye hitam di Kalsel yang menyatakan Haji Denny Indrayana terlibat korupsi Finance Gateway di Kementerian Hukum dan HAM adalah tidak benar dan sifatnya fitnah.
“Saya tahu betul karena saat itu saya sedang menjabat Ketua KPK. Sebenarnya yang dilakukan H Denny adalah melakukan perbaikan di Kemenkumham, terutama tata kelola. Bukan seperti kampanya hitam itu, berita itu adalah berita bohong dan fitnah untuk menghancurkan nama baik H Denny Indrayana,” katanya.
Praktisi hukum dan pegiat anti korupsi Donal Fariz, menyebut pada 2015 terjadi polemik pergentian kepemimpinan di tubuh Polri.







