Menurut Rivaldi, jika melihat video penggerebekan rumah GN pada dini hari itu, ada beberapa hal yang mengganjal. Pertama, pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan kepada GN dan direkam.
“Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan penanya, mencoba mengarahkan GN agar membenarkan bahwa bantuan bakul itu memang dari Paman Birin.
Untunglah GN menyampaikan apa adanya bahwa dia yang justru berinisiatif mencari bantuan dari berbagai donatur buat warga Tambak Baru yang terkena musibah banjir,” kata Rivaldi.
BACA JUGA:
PWNU Kalsel Minta PSU 9 Juni 2021 Ditetapkan Jadi Hari Libur Agar Tak Jadi Klaster Baru Covid-19
Kedua, keikutsertaan Rajiv pada penggeledahan dini hari itu.
“Kalaupun Bawaslu Banjar ikut terlibat malam itu, kapasitas Raziv tetap bisa dipertanyakan sebagai apa?” tanya Rivaldi.
Hal ketiga dan terpenting, rekaman video melalui hape ternyata diviralkan tanpa terlebih dulu menunggu proses hukum.
“Hal itulah yang ternyata menjadi persoalan bagi GN, anaknya, juga warga Tambak Baru,” tambahnya.
Menurut Rivaldi, membuat opini seolah suara warga Tambak Baru bisa dibeli dengan seikat bakul merupakan bentuk pelecehan.
“Jika mengasumsikan satu suara diperjualbelikan dengan seikat bakul, hal itu menghina kecerdasan masyarakat Tambak Baru,” tegasnya.









