Menurut dia, tindakan main hukum sendiri tersebut merusak harmoni Banua, apalagi dalam suasana Ramadan dan Idulfitri nanti.
Sementara itu, Tim hukum Denny-Difriadi Jurkani membantah Tim OTT H2D melakukan aksi sweeping kepada warga di Kabupaten Banjar.
“Kami tidak pernah melakukan sweeping, namun hanya melakukan pengecekan di lapangan. Saya sendiri ke sana bersama Bawaslu Kabupaten Banjar dan Gakkumdu. Inipun berdasarkan laporan masyarakat adanya pembagian bakul,” katanya ketika dikonfirmasi, Sabtu (1/5/2021).
BACA JUGA :
PWNU Kalsel Minta PSU 9 Juni 2021 Ditetapkan Jadi Hari Libur Agar Tak Jadi Klaster Baru Covid-19
Menurut Jurkani, dari informasi bakul itu bantuan untuk korban banjir namun banjir terjadi di bulan Desember tahun lalu sedangkan pembagian bakul dilakukan bulan April 2021.
“ini tergantung analisis Bawaslu Kabupaten Banjar bagaimana menyikapinya terhadap bakul tersebut,”ucapnya
Jurkani menegaskan, pihaknya juga tidak pernah melakukan main hukum sendiri di lapangan. “Kami tidak pernah main hukum sendiri karena sudah ada pihak terkait yang berwenang. Kami tidak pernah mendatangi rumah warga sendiri karena itu melanggar hukum dan ada pidananya
Terkait Tim H2D yang dituding membawa orang luar kalimantan guna pemenangan di Pilgub Kalsel 2021, Jurkani mengatakan hal itu tidak benar.
“Kami tidak pernah mendatangkan pihak luar ke Kalsel. Kami hanya kedatangan petinggi Partai Demokrat, itu pun mereka ingin silaturahmi dan memberikan dukungan spirit kepada kader dan kandidat,” katanya.
Jarkani juga menepis soal tudingan ada pemilik modal atau cukong dari luar Banua berkedok antioligarki yang mendompeng di paslon Denny-Difriadi.
Penulis : Elpian
Editor : Elpianur Achmad







