“Masyarakat Kalsel tidak bodoh. Sudahlah Pak Denny, hentikan memfitnah dan mengadu domba masyarakat Kalsel. Kasihan masyarakat bawah yang pendidikan kurang pasti akan teguk komentar-komentar anda. Tapi bagi mayoritas masyarakat Kalsel, lawakan anda tidak laku!” katanya.
Hasil Survey SRMC
Tim Hukum H Denny-Difriadi (H2D) Muhammad Raziv Barokah SH.MH, mengatakan, pernyataan 70% warga Banjarmasin Selatan memilih karena uang bukan asumsi Haji Denny, melainkan kutipan dari hasil survey SRMC pada tahun 2019.
“Bahkan dalam survey tersebut menyebutkan 74%. Jejak digitalnya masih sangat mudah diakses,” katanya, ketika dikonfirmasi Kalimantanlive.com, Selasa (3/5/2021).
BACA JUGA:
Tangkal Aksi Maling Teriak Maling, Tim Paman Birin Bentuk Relawan Jaga Banua di Tiap TPS
Raziv menyatakan, fakta tersebut bukan sebuah hinaan atau fitnah kepada warga seperti yang dituduhkan oleh pendukung paslon 01. “Melainkan sebagai bahan kontemplasi kita bersama, bahwa ke depan kita harus bersama-sama memerangi politik uang demi banua yang lebih baik,” ujarnya.
Menurut Raziv, kejujuran dan kebenaran memang pahit, tapi itu tetap harus didengungkan demi perubahan ke arah yang lebih baik.
“Tradisi politik uang harus dihentikan. Masyarakat harus diedukasi, bahwa uang yang dipakai oleh oknum-oknum tertentu untuk membeli suara warga, pada dasarnya adalah uang warga. Yang seharusnya diterima lebih besar daripada hanya sebatas 100 – 500 ribu untuk 5 tahun ke depan,” ujarnya.







