Ia mengajak seluruh masyarakat melakukan perlawanan terhadap korupsi, kolusi, nepotisme dan para oligarki. Caranya dengan tidak lagi membeli saham perusahaan yang dikuasai oligarki dan sarat praktik KKN tersebut.
“Jangan beli saham perusahaan yang dikuasai oligark dan sarat dengan praktik KKN. Kalau masih punya saham mereka: jual segera,” seru Faisal Basri.
Ia juga mengajak masyarakat memboikot bank-bank BUMN maupun non-BUMN yang masih dan akan terus membiayai perusahaan para oligarki.
BACA JUGA: Pegawai KPK Ditanya Bersedia Lepas Jilbab, Febri Diansyah Mengaku Tak Habis Pikir
“Kita boikot bank-bank BUMN maupun non-BUMN yang masih dan akan terus membiayai perusahaan para oligark, terutama perusahaan tambang batu bara yang sangat tidak ramah lingkungan. Saya akan mulai dari diri saya sendiri dengan menarik seluruh uang yang ada di bank-bank itu,” sambungnya.
Faisal juga mempersilahkan netizen menambah aksi-aksi perlawanan lainnya yang kiranya bisa efektif membasmi praktik KKN. Perlawanan ini katanya perlu digencarkan sampai Presiden Joko Widodo mengeluarkan kebijakan yang mampu menyelamatkan KPK.
Sebagai pelopor dari ajakan tersebut, Faisal mengaku sudah menarik seluruh saldonya di satu bank BUMN.
“Saya sudah mulai menarik seluruh saldo yang bisa ditarik di satu bank BUMN. Dua bank BUMN lagi menyusul,” kata Faisal Basri.
Bentuk perlawanan pelemahan KPK, netizen berusaha menaikan tagar #BeraniJujurPecat di twitter, untuk mengganti slogan Slogan KPK #BeraniJujurHebat yang selama ini
dipakai KPK sebagai bagian dari kampanye antikorupsi.
Pelemahan KPK dari Dalam
Indonesia Corruption Watch (ICW) memandang, TWK hanya menjadi salah satu jalan internal KPK untuk melemahkan lembaga antirasuah itu sendiri.









