Saat PTM dilaksanakan bisa diterapkan secara bergiliran, dan hanya 50 persen siswa setiap jam dengan disiplin ketat.
“Misalnya jam pertama siswa masuk pukul 08.00-10.00, jam berikutnya pukul 11.00-13.00. Kursi siswa juga tidak boleh dipakai siswa lain,” ujarnya.
Penerapan PTM secara protokol kesehatan, lanjut dia, juga guru harus tetap memantau kondisi siswa. “Apabila ada siswa yang sakit atau positif harus berkoordinasi denga Satgas Covid, apakah nantinya PTM harus ditunda sementara,” ujarnya.
BACA JUGA:
Supian HK Minta PTM di Kalsel Tak Ditunda, Bisa Diterapkan Bergiliran dengan Prokes Ketat
Sebelumnyam Penjabat (Pj) Gubernur Kalsel Safrizal ZA menyatakan dirinya sampai saat ini belum mengeluarkan izin kepada sekolah tingkat menengah atas (SMA, SMK, SLB) untuk pembelajaran tatap muka (PTM).
“Belum ada yang saya izinkan,” ujarnya kepada wartawan di Banjarmasin, Senin (12/7/2021), sebagaimana dikutip dari Kalselpos.com, Rabu (14/7/2021).
Terkait PTM di sekolah tingkat menengah pertama di beberapa kabupaten/kota yang melakukan mulai hari ini, Safrizal mengingatkan agar semua indikator PTM terlebih dahulu dipenuhi.
“Sebelum pemberlakuan PTM, penuhi dulu semua indikator. Seluruh guru telah divaksin baru boleh buka, kemudian jumlah murid, pastikan mobilitas anak sekolah yang ke sekolah dan prokes di sekolah semuanya di cek. Satgas kabupaten/kota diminta bertugas sebelum PTM diberlakukan,” pintanya.
9 Daerah Zona Orange
Safrizal membeberkan, di Kalsel saat ini ada 9 daerah yang berstatus zona orange dan 4 daerah dengan zona kuning.
“Untuk zona orange, saya minta cek betul-betul sebelum PTM dimulai. Tadi malam saya komunikasi dengan bupati dan walikota,” sebutnya.
Pria asal Nangroe Aceh Darussalam itu mengungkapkan, untuk kota Banjarbaru diputuskan tidak melakukan PTM, Barito Kuala dan Hulu Sungai Utara, PTM hanya di beberapa sekolah yang berada di zona kuning dan hijau saja.










