BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Wakil Ketua DPRD Kalsel M Syarippudin mengusulkan momentum Hari Jadi Provinsi Kalsel dan HUT Kemerdekaan RI menjadi ajang saling bantu menangani masalah pandemi.
“Momentum hari jadi Prov Kalsel dan Proklamasi RI bisa dijadikan untuk memantik semangat gotong royong dan bersinergi saling bantu menangani masalah pandemi. Atau bisa juga dijadikan lomba PPKM antar RT dengan hadiah 100 juta misalnya jika RT tersebut bisa menerapkan PPKM dengan baik. Bagaimana?” katanya.
Hal itu disampaikan M Syaripuddin yang akrab disapa Bang Dhin, menyusul masih tingginya angka pasitif Covid-19 di Kalsel.
BACA JUGA :
RS Rujukan Covid-19 Terisi di Atas 50 Persen, Bang Dhin Sebut Kalsel Sedang Tak Baik-baik
BACA JUGA :
Usai Paripurna DPRD Kalsel, Gubernur Sahbirin Ajak Masyarakat Bahu-Membahu Lawan Covid-19
Bang Dhin mengatakan, kondisi seperti ini sudah seharusnya mendapat perhatian lebih ekstra dari Pemerintah dan adanya peningkatan kesadaran dari masyarakat menghadapi pandemi Covid-19.
“Penanganan itu harus diperkuat di hulu, 3T dan 5M, sehingga meringankan nakes dan faskes di bagian hilir. Namun itu untuk masing-masing daerah, diperlukan juga koordinasi antar daerah” ucap Bang Dhin.
Berdasarkan pernyataan Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Dr. Dewi Nur Aisyah dalam talkshow daring “Covid-19 Dalam Angka: Evaluasi Kepatuhan Protokol Kesehatan dan Perkembangan Covid-19 Agustus 2021” di Jakarta, Kamis (12/8/2021) diketahui jumlah kasus kematian akibat COVID-19 di wilayah Kalimantan Selatan kembali bertambah dengan mengalami kenaikan sebesar dua kali lipat.
Jumlah kasus kematian di Kalimantan Selatan saat ini bertambah menjadi 258 kasus, dari seminggu sebelumnya yang berjumlah 126 kasus dan menjadi yang tertinggi di Indonesia.
Kadinkes Kalsel HM Muslim mengatakan, meningkatnya angka kasus kematian pasien Covid-19 di Kalsel terlambat dibawa ke rumah sakit dan karena penyakit penyerta.
“Sebagian besar datang ke rumah sakit dalam keadaan sudah kondisi berat sampai dengan sangat kritis. Sehingga tak tertolong,” katanya Kamis (12/8/2021) lalu.










