TERUNGKAP, Rombongan Moge Melintasi Jembatan Alalak Ternyata Dikawal Polisi, Videonya Beredar

Profil Jembatan Lengkung Pertama di Indonesia

Sebelumnya direncanakan Presiden Joko Widodo alias Jokowi meresmikan Jembatan Alalak Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada September 2021.

Jembatan Sungai Alalak baru memiliki struktur jembatan lengkung yang pertama di Indonesia.

“Setelah provisional hand over, rencananya baru kemudian dijadwalkan peresmian oleh Bapak Presiden (Jokowi). Rencananya di bulan September ini,” kata Direktur Pembangunan Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR, Yudha Handita Panjiriawan, dalam keterangan tertulis pada Jumat, 3 September 2021 lalu.

Jembatan Sei Alalak Banjarmasin akan Diresmikan Presiden Jokowi September 2021, Jadi Ikon Baru Kalsel

Komisi III DPRD Kalsel Dorong Proyek Jembatan Pulau Laut Dilanjutkan di 2022 dan Masuk PSN

Menurut Yudha, konstruksi struktur utama jembatan Alalak sudah selesai, saat ini di lapangan hanya ada pekerjaan pembongkaran jembatan rangka baja yang lama dan proses penyelesaian akhir. Di jadwal seluruh proses pembangunan akan rampung pada akhir minggu pertama September. Untuk kemudian dilakukan serah terima sementara pekerjaan provisional hand over (PHO) pada 15 September.

Jembatan Sungai Alalak dibangun untuk menggantikan Jembatan Kayu Tangi 1 yang telah berusia sekitar 30 tahun.
Jembatan tersebut menjadi jalur utama akses Kota Banjarmasin dengan berbagai wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan Syauqi Kamal mengatakan pembangunan jembatan yang menghubungkan wilayah Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Barito Koala tersebut menantang karena dibangun di atas tanah lunak atau gambut.

“Fondasi jembatan kedalamannya sampai 75 meter dengan diameter pancangnya sebesar 1,8 meter. Jembatan Sei Alalak juga menjadi ikon baru kota Banjarmasin maupun provinsi Kalimantan Selatan,” tutur Syauqi.

Jembatan Sei Alalak berlokasi di jalur utama lintas selatan Trans Kalimantan. Keberadaan jembatan tersebut meningkatkan kapasitas jalan lintas selatan sehingga mendukung konektivitas kota Banjarmasin baik ke arah Kalimantan Tengah maupun Kalimantan Timur.

Jembatan Sei Alalak dibangun dengan panjang keseluruhan 850 meter yang terbagi menjadi bagian jembatan utama dengan struktur cable stayed sepanjang 130 meter, jembatan pendekat dengan struktur pileslab sepanjang 295 meter dan oprit jembatan sepanjang 425 meter.

Dana pembangunan jembatan tersebut menggunakan alokasi Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) kontrak tahun jamak 2018-2021 senilai Rp 272 miliar.

Dinukil dari keterangan di laman pu.go.id, 16 Juli 2021, jembatan lengkung Sei Alalak didesain untuk dapat dilintasi kendaraan dengan tonase maksimal 10 ton, lebih kuat dari struktur jembatan lama Kayu Tangi 1 yang berasal dari rangka baja kelas B dengan kemampuan menahan beban kurang dari 8 ton. Selain itu, juga telah diperhitungkan kekuatan jembatan ini dengan konstruksi tahan gempa, dan masa layanan hingga 100 tahun.

(NMD/klikkalsel.com/tempo.co)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *