Ribuan Kilogram Sembalo Bansos Dikubur di Depok, Pengkuan Kemensos dan Bulog Mulai Buka Tabir

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Aparat kepolisian yang diterjukan ke lapangan mendapati 3.675 kilogram beras di dalam 289 karung yang dikubur di Depok, Jawa Barat.

Hal itu berdasarkan laporan berita acara. Dengan adanya pendalaman kasus ini, persoalan temuan bansos rusak disebut mulai menemui titik terang.

# Baca Juga :FAKTA BARU Timbunan Sembako Bantuan Presiden di Depok, Kemensos: Tak Tahu Kerja Sama dengan JNE

# Baca Juga :6 Bansos Bakal Cair Oktober 2021, dari BSU, Diskon Listrik hingga BLT Anak Sekolah

# Baca Juga :Ketua Fraksi PKS DPRD Kalsel Ardiansyah Soroti Kecilnya Anggaran Bansos di KUA PPAS 2022

# Baca Juga :Jokowi Minta Pencairan Jangan Telat, Cara Cek Dana Bansos Tunai di cekbansos.kemensos.go.id

Seperti dikutip di kompas.com, dalam berita acara yang sama, disebutkan bahwa terdapat 139 keluarga yang menerima manfaat dari bansos tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menuturkan, bansos yang dikubur merupakan bansos rusak akibat hujan.

Bansos itu dikubur sekitar medio November 2021 pada saat kepemimpinan Kementerian Sosial sudah di bawah kendali Tri Rismaharini.

“Diketahui bahwa pihak JNE mengubur atau memendam beras tersebut tanggal 5 November 2021,” kata Ramadhan, Selasa (2/8/2022).

Terpisah, Risma mengaku tidak mengetahui secara pasti ihwal temuan bansos rusak yang dikubur di Depok itu.

Oleh karenanya, ia mengambil langkah dengan membentuk tim khusus guna mengusut persoalan ini.

“Jadi setelah kasus itu mencuat, saya menugaskan tim kami yang dipimpin oleh Kepala Inspektor kemudian dengan beberapa anggota serta dari dirjen yang menangani bantuan,” kata Risma di Kantor Kemensos.

Berdasarkan informasi yang ia peroleh dari Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, bantuan itu rusak akibat kehujanan pada saat proses pengiriman dilakukan.

“Pak Menko menyampaikan itu bahwa saat itu pengiriman bantuan beras itu dilakukan oleh Bulog. Nah, kemudian di perjalanan itu pengiriman bantuan itu barangnya kehujanan,” papar Risma masih di lokasi yang sama.

Kerusakan Bansos tersebut akhirnya ditanggung oleh pihak ekspedisi yaitu JNE.

Risma juga sudah memastikan penggantian Bansos yang rusak dan dikubur di Depok sudah terlaksana.

“Sudah ada keterangan bahwa memang diganti oleh penerima jasa transporternya beras itu,” ucap Risma.

Sementara itu, VP of Marketing PT JNE Eri Palgunadi mengatakan, JNE dalam proses pembagian bansos Presiden bertugas untuk melakukan distribusi ke masyarakat.

Dia bilang, penimbunan tersebut telah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dia memastikan pihaknya selalu menjalankan standard operating procedure perusahaan dengan sebaik mungkin.