Dia berharap, pemerintah bisa memberikan perhatian serius untuk segera menangani penyelesaian permasalahan tersebut. “Baik membimbing dalam bentuk strategi penjualan, penyuluhan secara berkala maupun menjaga kualitas sampai dengan teknik pembibitan yang benar,” katanya.
Menurut Abdul Wahid, Inilah kendala yang mereka hadapi sebagai petani sekaligus pekebun di Desa Gunung Ulin.
“Setidaknya, tolong sampaikan kepada pemerintah agar diperhatikan nasib kami. Kadang-kadang karena kalah bersaing harga, sayur mayur milik warga di sini sering busuk dan terpaksa dibuang,” katanya.
BACA JUGA:
Reses Pada Bulan Ramadhan di TanahBumbu, Paman Yani : Ini Momen Silaturrahmi Terbaik
Kepala Dusun Desa Gunung Tinggi, Syahrin menyebutkan, dari ratusan lebih masyarakat yang tinggal di daerah tersebut, mayoritas adalah petani dan mengelola perkebunan.
“Khususnya RT 01 di sini yang paling terbanyak. Sekadar diketahui, mayoritasnya 75 persen adalah petani dan pekebun yang lebih banyak menanam sayur mayur. Kalau ditanya harga jual sudah sering mengalami kerugian hingga ajlok di pasaran, semisalnya satuannya Rp3.000 ya tetap saja jangan dinaikkan lagi,” katanya. (*)
Editor : Elpianur Achmad







