“Oleh karena itu, saudara-saudara ini dahulunya waktu kuliah dipaksa dengan ikhlas untuk bangun subuh-subuh, agar pagi harinya bisa belajar bahasa asing,” tutur Rektor Mujiburrahman.
Program lainnya yang dibanggakan oleh para wisudawan/wisudawati, adalah pemondokan, hingga tersedianya Banjar dan Melayu Corner di Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Kampus 1.
BACA JUGA:
Buruan Daftar! Beasiswa Bank Indonesia Kembali Dibuka Khusus Mahasiswa ULM dan UIN Antasari
“Saya sangat menyukai fasilitas ini, karena kita diajak untuk tidak meninggalkan adat istiadat tradisi Islam,” tegas M. Zaki Mubarak, S.Pd., lulusan terbaik Wisuda Sarjana ke-77 saat memberikan sambutan.
Seperti diketahui, untuk pertama kali, upacara wisuda di UIN Antasari dilangsungkan dua sesi, pagi dan siang, berjumlah total 1.000 orang, guna memenuhi aspirasi masyarakat, yang para orang tuanya ingin merasakan memasuki kemegahan gedung baru, yang dilengkapi perangkat audio visual menggelegar.
Kalimantanlive.com/eep
Editor: elpian










